Blog Informasi Kumpulan Kata Kata Mutiara, Kata Kata Bijak, Kata Kata Motivasi, Kata Kata Cinta, Kata Kata,Kata Kata Lucu, Kata Indah, Ucapan selamat tahun Baru, Puisi, Kata Kata Romantis, Gambar Kata Kata 2017 / Tahun 2017

Kumpulan Puisi Romantis Menyentuh Hati Terbaru 2018

Kumpulan Puisi Romantis Menyentuh Hati Terbaru 2018 - Sahabat Pena, setelah kemarin admin merangkai Kata Kata Mutiara dan pada kesempatan kali ini Puisi Romantis,  Puisi Romantis adalah ungkapkan sedalam apa perasaan anda, dan bagaimana anda melihat ia yang anda kagumi.  Tapi sekalilagi, itu bukan hal mudahuntuk dilakukan, untuk menuliskan sebuah puisi aja ada beberapa orang yang kesulitan, apa lagi jika harus menuliskan puisi romantis. Karena sebenarnya puisi berbeda dengan karya sastra lain, ada prosa acak yang terkadang justru menjebak para penulisnya, bukannya menuliskan karya yang romantis mereka malah cenderung kehilangan arah dan mengganti tema karena mengikuti alur prosa acak yang disebutkan tadi.
Puisi Romantis
Dan jika memang anda termasuk kedalam golongan orang yang tidak suka atau bahkan tidak bisa menulis puisi, anda tidak perlu cemas, karena saat ini sudah tersebar berbagai macam buku dan tutorialyang mengajarkan cara membuat puisi yang baik. Atau bahkan jika cara tersebut masih dipandang sulit, anda hanya perlu meluangkan sedikit waktu di depan PC, akses internet, dan mencari puisi yang anda inginkan, karena diinternet apapun jenis puisi yang anda inginkan dapat ditemukan. Untuk itulah, kami sengaja mengumpulkan beberapa puisi romantis yang ditulis beberapa penulis baik pemula maupun profesional, untuk membantu anda, selamat menikmati :

Kumpulan Puisi Romantis Menyentuh Hati Terbaru 2018

Puisi Romantis

Di Hatiku

oleh: Lukas Gentara
untaian kata mesra
dan seribu puisi cinta yang kupunya
tak mampu menyaingi indah wajahmu
kau adalah keindahan
yang menghiasi duniaku
memandangmu...
aku berharap waktu berhenti
menyentuhmu...
seperti menyentuh sesuatu yang rapuh tapi sangat berharga
kau adalah jejak
yang iringi langkahku
kau adalah detak
yang iringi jantungku
kau adalah air mata
yang iringi tangisku
kau ada
di hatiku

Indah Sore Itu

oleh: Lukas Gentara
indah sore itu
bukan pada matahari senja
yang berwarna jingga
indah sore itu
bukan pada biru samudera
di batas cakrawala
indah sore itu
adalah hitam rambutmu
yang buat aku terpana
indah sore itu
adalah biru matamu
yang memancarkan pesona
indah sore itu
adalah kamu, cinta...!

Aku Tak Pernah Berpaling

oleh: Lukas Gentara
ketika musim memajang rindunya pada hujan
ada sebongkah cemas yang tak bisa kuucapkan
aku hanya ingin memelukmu dari senja hingga subuh tiba
setapak demi setapak
kudaki jalan terjal kerisauan
saat tiba di persimpangan
ingin kutanggalkan segala ragu dan rasa bosan
ooo,
betapa kebimbangan telah berubah menjadi labirin
menjadi lingkaran tanpa celah
tapi catatlah olehmu, tentang satu kepastianku
'aku tak pernah berpaling darimu'

 Mawar di Bibirmu

oleh: Lukas Gentara
ketika kesunyian bolong
oleh nyanyian sumbang burung malam
aku hempaskan setumpuk penat dan kegelisahan
pada gambar wajahmu yang ayu
dan ketika senyum di bibirmu
mekar
seindah rangkaian bunga-bunga mawar
maka kerinduan ini
telah lunas terbayar

Teduh di Matamu

oleh: Lukas Gentara
ada rintik hujan yang jatuh di tanah pasir
ada butir embun yang turun di rerumputan
adalah dirimu yang buatku tahu
bahwa cinta itu,
ada...!
mendekapku dalam keindahan yang abadi
seperti darah dan merahnya
seperti malam dan gelapnya
seperti teduh
yang kulihat di matamu

(Satu Hal)

oleh: Ahmad Fauzi
Kau bertanya padaku tentang rindu
Tentang jarak yang pisahkan kita
Tentang waktu
Yang mengalir begitu cepat
Kau bertanya padaku tentang cinta
Tentang indah yang kita punya
Tentang senyum
Yang merekah begitu rapat
Kau bertanya padaku tentang mimpi
Tentang angan di ujung sana
Tentang damai
Yang tercipta begitu lambat
Aku hanya terdiam mendengarmu bersuara
Aku tahu
Kau di sana sedang menyimpan rindu begitu dalam padaku
Tapi
Aku takkan berujar panjang lebar sepertimu
Hanya
Aku ingin memberitahumu satu hal
"Don't forget me"
Selamanya
Ya
Selamanya

DIAM BUKAN BATU

Karya : Sunarto Rochim
Diam bukan batu,
ku sapa namun tetap membisu.
membeku bukan gunung salju,
namun ku tahu di dalam masih membara
entah amarah atau lara,
karena kalbu tak terjaga.
atau menderu karena merindu,
bergelora karena asmara.
Sekian musim telah berlalu
entah kapan musim semi tiba
kala tunas & kuncup mekar merona
menambah pesona alam semesta
dan mengundang kumbang datang berpesta
Tebarkanlah aroma surgawimu
namun tetap kau jaga mustikamu
sebagaimana kau genggam hasrat dengan syariat Illahi
bukan dengan nafsu insani
hingga ada yang tepat jadi imam pilihan hati.

Memilikki Dirimu

hati hanya bisa mencintai sekejap
kaki hanya bisa melangkah sejauh lelah
tatapan tak selamanya indah di mata
tapi memiliki kasih sayang darimu
adalah keabadian
tak ternilai (by Iman_Chank)

Ketulusan Hati

sesuatu yang tak bisa diucapkan
jangan dipaksa untuk diucapkan
sesuatu yang tak bisa diucapkan
sebaiknya dimengerti saja
karena masih banyak makna yang bisa kita rangkai
lewat sebuah ketulusan hati
maka berdirilah disampingku
dan terangi setiap jalanku
seperti Adam menerangi Hawa nya
seperti aku, yang tulus mencintaimu (diambil dari buku katakan cinta)

Maaf Untuk Kekasih

Fajar baru saja menyingsing kala itu
Mentari juga masih enggan memberikan nur-nya
Segalanya amsih gelap dan pengap
Begitu juga hatiku yang masih ragu dalam senyap
Kulangkahkan kakiku menjauh dari masa laluku yang suram
Pergi menuju kehidupan baru yang kuharap akan cemerlang
Ragaku melayang pergi tapi hatiku masih tertinggal
Hatiku masih bersemayam di masa laluku
Dimana disana telah kutinggalkan kekasih hatiku yang terindah
Kekasih pujaan hati sepanjang usiaku belum terhenti
Di hati ini masih tersimpan sejuta rindu tak bertepi
Maaf yang belum kuungkap
Dan cinta yang masih membara me,bakar jiwa
Maafkan aku kekasihku
Maaf karena aku telah meninggalkanmu
Maafkanlah aku
Sekianlah Rangkaian Puisi Romantis yang dapat admin sampaikan pada kesempatan kali ini , Semoga bermanfaat dan  menjadi inspirasi bagi sahabat pena semua..
Facebook Twitter Google+
Back To Top